Mentertawakan Keseharian

Komika atau komedian sekarang sedang sangat berkembang di Indonesia. Mungkin sedang mulai naik kelas, tidak hanya guyonan slapstik saja yang bisa kita lihat di layar kaca. 
Dengan hadirnya lomba Stand Up di berbagai televisi negeri ini, selera humor masyarakat juga mulai meningkat. Tidak perlu jauh sebenarnya untuk mencari bahan tulisan. Dari keseharian kita bisa menjadi bahan untuk membuat naskah.

Contoh Ernest, sangat sering membawakan materi tentang cina. Dari sana kita bisa belajar tentang bagaimana kehidupan seseorang dalam mempengaruhi setiap karyanya. Kadang joke timbul dari keresahan sang komik dengan dibalut diksi diksi menjadi sebuah perfomance.

Keresahan itu memang suatu keniscayaan bagi semua orang. Namun tingkat keresahan orang kadarnya berbeda. Keresahan memang bisa menjadi lucu bagi sebagian orang, kita senang mentertawakan keresahan orang lain. Jadi resah itu sangat manusiawi dan bahkan bisa menyehatkan sebagai sarana katarsis minimalnya.

Jadi bagi komika keresahan  bisa menjadi bahan untuk mentertawakan. Lebih dekat dengan kessharian kita maka biasanya akan menjadi Grrrrrrrr. 

Tidak perlu jauh untuk mencari pelajaran, ambil dari yang paling dekat dari kita untuk belajar.

Jakarta, 23 September 2016

Kang Dudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s