Puisi Panjang itu

image

Tuan, Tuhan Bukan?
Tunggu sebentar saya sedang keluar.”

Sebelum membacakan puisi di atas, Pak Sapardi Djoko Damono (SDD) bercanda, “saya akan membawakan puisi yang sangat panjang jadi harap bersabar” ujarnya 

Cukup panjang ? Tanya SDD kepada penonton dan penikmat puisi secara spontan tertawa dengan awal pembacaan puisi ini.

Puisi kedua yang dibawakannya adalah ‘Hujan Bulan Juni’.

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Puisi yang sangat di tunggu oleh para pengemar SDD selain puisi “aku ingin” ciri khas dari puisi SDD diksi yang sederhana namun sarat makna.

Penampilan apresiasi sastra dari dua generasi ala Dewi Lestari dan Sapardi Djoko Damono di perayaan ulang tahun ke-2 Galeri Indonesia Kaya ini di tutup oleh aksi panggung Tatyana dan gitaris Gupta Mahendra yang pernah mempopulerkan musikalisasi puisi SDD menjadi kaset di tahun 1990an.

image

Seperti kata SDD, membaca puisi karyanya itu tidak usah dipahami tapi dihayati saja. Karena kalau ditanya apakah Sapardi tahu artinya ia akan menggelengkan kepala. “Saya juga nggak tahu, kalau tahu saya nggak akan bikin puisi,” ujarnnya. 

Akhirnya saya bisa melihat langsung penampilan SDD setelah sekian lama mengenal beliau.

Advertisements

2 thoughts on “Puisi Panjang itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s