Sinopsis AADC2

image

Setelah 14 tahun lewat alias sekian purnama sejak Rangga dan Cinta berpisah di bandara, masing-masing masih menyimpan kesetiaan cintanya. Namun demikian karena kesibukan atas sekolah dan pekerjaan mereka yang menyita waktu seolah-olah tiada lagi komunikasi yang terjalin.
Memang disaat awal komunikasi terjalin melalui surat namun terputus setelah beberapa bulan berlalu. Walaupun demikian mereka masih saling menjaga kesetiaan.. hebat bukan?
Tahun berlalu, Rangga akhirnya memutuskan pulang ke tanah air dengan rasa rindu yang tak tertahankan…apalagi ketika ingat penggalan bait puisi yang ia tulis

“Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,

Hari itu dia belari ke bandara untuk pulang dan menjemput Cinta… ditulisnya sebait puisi untuk cintanya..

”Resah di dadaku…
Dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini, dipisah kata-kata.
Begitu pula rindu. Lihat tanda-tanya itu.
Jurang antara kebodohan dan keinginanku,
memilikimu sekali lagi…”

Dia duduk sejenak setelah sampai di Bandara Soeta, diambilnya HP lalu ditulisnya pesan untuk Cinta…

” Temui Aku di Algira River View @ Cilebut, Karadenan Hari ini kita beli rumah disana….
Hubungi Nomor ini 08158301939 Kang Dudi yaa …. supaya tau lokasinya…, kalo nggak hubungi kamu jahat Rangga….”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s