Mang Marta

image

Tepat di depan berjualan Mang Ikin, ada seorang pembeli emas yaitu Mang Marta. “Hari ini belum ada penglaris” ujarnya membuka percakapan ketika saya sedang menunggu sepatu yang diperbaiki Mang Ikin.
“Sabar mang” sahut saya kepada Mang Marta. “Rejeki moal leupat panto” ujarnya
Jleb lagi pelajaran hari ini……

Mulai berjualan di Jl Ir H Juanda ini mulai dari tahun 1993, sejak harga emas Rp 23.000 per gram. Bapak berusia 60 tahun ini mempunyai 6 orang anak dan 5 cucu.

Anaknya yang nomor 4 sudah menjadi sarjana. Anak yang lain hanya sampai SMA saja. Wow ….. memang rejeki tidak salah pintu hanya berjualan emas bisa menyekolahkan ke Perguuan Tinggi.

Saya juga belajar bisnis proses dari jual beli emas ini. Mang Marta ini berjualan di depan sebuah toko mas. Ketika orang yang mau jual emas ke toko di tolak, maka larinya ke Mang Marta ini. Setelah terkumpul 20 gr, kurang lebih 4-5 hari baru dilebur kembali menjadi bahan dan di jual ke toko emas.

Ada yang menarik dari Mang Marta ini, terutama semangat hidupnya. Badan boleh tua, tapi hati harus tetap muda ujarnya.

Sederhana namun perlu kesabaran, terkadang tidak mulus perjalanannya.

Terima kasih Mang Marta, atas pelajaran hidup hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s