Journey Baduy Dalam

image

Baduy I’m Coming
Mimpi bertahun tahun untuk bisa melihat Baduy dari dekat, terwujud sudah kemarin tanggal 20 Desember 2014. Sidqi ikut kembali dalam trip ini mengantikan Hafiez yang berhalangan karena ibunya sakit. Terima kasih Mba Yuke dan Mas Ilham yang sudah mengorganisasi perjalanan ke Baduy kemarin.


image

Bermula dari Desa Ciboleger, memulai perjalanan ini ditemani oleh Mang Naldi dan Keluarga Kang Jani Jana beserta tiga orang anaknya Aldi, Asmin dan Sarnata yang masih berusia 8 tahun.

Sebelum berangkat kita berdoa terlebih dahulu untuk keselamatan perjalanan ini. Deretan toko souvenir adalah gerbang awal perjalanan, banyak sekali hasil kerajinan warga baduy dijual di toko souvenir seperti iket baduy, koja, kain tenun, sarung, baju baduy dan masih banyak lainnya.
image

Tanjakan demi tanjakan mulai kita lewati dengan sabar. Tanjakan setinggi lutut pun ada dalam trek ini. Alhamdulillah saya membeli treking pul made in Baduy seharga 2 ribu namun sangat membantu sekali dalam perjalanan ini. Begitupun turunan cukup curam.
image

Perjalanan ini melewati beberapa kampung Baduy Luar. Rumah rumah hampir serupa bentuknya. Selain itu juga ada yang disebut ladang, rumah persinggahan untuk yang berladang di beberapa titik. Dan juga ada leuit (lumbung) di beberapa titik.
image

Setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan, baru tersadar ada anggota yang tercecer, entah di belakang atau di depan. Dengan cekatan Kang Jani sebagai sweeper bergerak turun ke bawah khawatir tertinggal dan salah jalan. Sementara rombongan utama melanjutkan perjalanan. Guide lokal sangat membantu sekali dan ramah dalam melayani semua peserta ini. Terutama tim sweeper yang sangat sabar sekali menemani peserta yang berjalan dibelakang.

Menjelang sore cuaca mendung sekali, kemungkinan hujan akan turun. Sidqi sudah mulai meninggalkan saya di depan cukup jauh. Khawatir hujan, Sidqi belum tahu dimana raincoat disimpan dalam daypacknya. Sementara saya sudah bersama Kang Jani, artinya sudah berada di rombongan paling akhir.
image

Pak, Tas na bade di bantuan di candak?” Ujar Kang Jani yang melihat saya mulai susah bergerak di tanjakan.
Nuhun kang” sahutku, berharap jika beban berkurang bisa mengejar sidqi.
Alhdulillah saya bisa mengejar Sidqi sebelum hujan turun tiba, sehingga bisa persiapkan jaket hujannya dan Daypack Sidqi beralih saya yang bawa.

Alhamdulillah hujan turun menjelang ashar, sehingga perjalanan semakin tidak mudah tantanganya dengan bertambah licin jalur akibat hujan. Awalnya saya sangat menghindari jalur aliran air sepanjang jalan setapak, saya pikir bila di aliran air akan sangat licin. Mang Nadli memberitahu bahwa dengan jalan di aliran air tidak licin, dan benar saja sangat membantu nasehat mang Naldi itu.
Nuhun Mang pelajarannya, sangat bermanfaat bagi saya dan Sidqi terutama.

“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….”

Lamat dan sayup terdengar adzan menjelang sampai perkampungan suku Baduy Dalam. Hati saya bergetar mendengarnya artinya di Baduy luar cahaya Islam sudah mulai tumbuh. Adzan sudah bergema dan terdengar di Baduy Dalam.

Mudah-mudahan suatu saat adzan akan terdengar dari Baduy Dalam.

Jakarta, 22 Desember 2014
Dari Pojok Kamar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s