Life Begin At 40

“Life Begin at 40” demikian menurut Robert Peterson, merupakan suatu makna bagi seseorang yang memasuki usia separuh baya, usia puncak kematangan. Terkada kita tidak sadar dengan usia yang kita jalani sudah berapa lama. Ungkapan ini memang sangat populer di masyarakat kita.

Namun kita tidak menyadari, Al Quran juga berbicara mengenai usia 40 tahun ini, dalam surat Al Ahqaaf ayat 15 yang artinya “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Ada yang menafsirkan kalimat “balagha asyuddahu” dalam ayat ke-15 surat Al-Ahqaf bermakna mencapai puncak kekuatannya, ini sama seperti ungkapan Robert Peterson tadi diatas, Life Begin at 40. Ada juga yang berpendapat  bahwa hitungan usia kita bukan dari ketika kita lahir, namun usia kita dihitung ketika kita mengenal Allah. Akan sangat berbeda hasilnya orang yang mengenal Allah di usia belia dan orang yang sudah matang. Akan lebih sulit ketika usia sudah matang untuk istiqomah.

Syaikh Husaen Makhluf menafsirkan ayat tersebut di dalam kitabnya:

“…hingga ketika ia telah mencapai usia dewasa,”  yakni mencapai masa kemapanan kekuatan dan kesempurnaan akal. Ini terjadi kira-kira pada usia 33 tahun karena usia ini merupakan akhir masa pertumbuhan dan perkembangan.

“…dan mencapai usia empat puluh tahun,” yaitu puncak kedewasaan dan akhir usia muda. Ini merupakan usia kenabian menurut pendapat jumhur.
Para ahli tafsir mengatakan, “Usia empat puluh tahun merupakan puncak kesempurnaan akal dan kedewasaan.” Karena itu, para ulama mengatakan, “Tidak ada seorang nabi pun yang diutus sebelum usia empat pulueluarganya.
Ini semua merupakan kebahagiaan yang semph tahun.” Syaikh Zadah mengatakan, “Orang yang berdoa dalam ayat tersebut meminta tiga hal dari Allah:

a.    Agar Allah menjadikannya sebagai orang yang mensyukuri nikmat.
b.    Agar Allah menjadikannya sebagai orang yang melakukan ketaatan yang diridhai oleh-Nya.
c.    Agar Allah memperbaiki dirinya di dalam kurna bagi manusia.”

40 juga merupakan usia kenabian, tidak ada satupun Nabi yang diangkat sebelum usia 40. Jadi diharapkan di usia ini awal titik perubahan untuk lebih baik lagi dalam semua hal, terutama dalam sisi spritual. Sehingga di usia ini diharapkan memperbanyak amal sholeh, taubat dan mulai banyak merendahkan diri. Ada sebuah syair arab yang isi kurang lebih ” Setengah usia kita dipakai untuk tidur, seperempat untuk digunakan kegiatan yang ga jelas dan seperempat lagi digerogoti oleh penyakit” Dari syair ini jelas kita harus bisa meningkatkan amal sholeh.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Jakarta, 18 Desember 2012

merenung di sudut kamar

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s