Street Photography

Street Photography adalah aktivitas memotret di ruang publik bukan ruang privat. Ruang publik itu bisa saja di jalanan, taman kota, pasar tradisional, kendaraan umum dan tempat lainya yang sifatnya terbuka untuk umum. Adapun yang di foto adalah manusia, mahluk hidup dan benda atau bangunan yang membangun satu kesatuan di dalam ruang publik tadi. Dan objek yang di foto candid tanpa ada arahan apapun dari fotografer.

Street Photography, lebih cenderung kepada pendekatan langsung dengan objek di lapangan tanpa saling kenal sebelumnya dengan objek. Fotografer melihat kejadian, merasakan dan merekam situasi yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Konsentrasi dari genre ini adalah merekam emosi dari denyut nadi kota. Objek terkadang tidak beraturan karena memang tidak ada kejadian khusus beda dengan jurnalistik yang harus ada peristiwa yang membuat hidup sebuah foto dengan Caption.

Kenapa harus ruang publik bukan ruang privat ? karena Interaksi antara masyarakat yang tidak saling mengenal dalam ruang  publik membentuk karakter suatu masyarakat di ruang publik, sehingga tercipta sebuah peradaban suatu kota atau daerah.Emosi dari kota bisa terekam jujur dari kamera seorang fotografer

Sekilas hampir sama dengan foto jurnalistik, untuk jurnalistik harus ada peristiwa atau kejadian untuk menjadi menarik perhatian. Sedangkan Street Photography tidak harus ada peristiwa, keseharian yang berada di lingkungan kita bisa menjadi sebuah foto yang estetis dan membuat inspirasi bagi orang. Walaupun peristiwa tidak kuat / dramatis dan elemen yang lemah tetapi bila bisa membangun komposisi yang estetis akan menjadi kuat juga. Bila News elemen foto harus kuat untuk lebih nendang lagi.

Di beberapa negara kegiatan Street Photography sudah tidak dapat dilakukan walaupun di ruang publik, karena dibatasi oleh hukum yang berlaku di negara itu. Terutama menyangkut dengan privasi orang dan gedung-gedung tertentu. Di negeri kita juga ada gedung-gedung yang tidak boleh di foto walaupun itu ruang publik.

Mumpung masih bisa, mari kita merekam emosi dari kota kita masing-masing untuk mengabarkan peradaban kepada saudara kita di belahan bumi lain. Fotografi adalah bergerak

Jakarta, 21 November 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s