Ide

Sebuah ide bisa muncul dari sebuah pengalaman kita, namun terkadang kita sering mematikan ide itu di awal. Jadi tidak ada action hanya sekedar wacana saja.

40 tahun yang lalu seorang Sosrojoyo mempunyai ide memasuki airteh manis ke dalam botol. Saat itu mungkin menjadi bahan tertawaan ide tersebut, namun sekarang kita tahu sendiri “apapun makanannya minumnya …….”

Terkadang kita menjadi takut untuk mengeluarkan ide, karena sudah “dibunuh” di awal dengan ketidakyakinan kita. Ternyata bila kita mau eloborasi lebih lanjut ide tersebut bisa menjadi sebuah kenyataan.

Yang tadinya kita fikir sebuah hal yang mustahil ternyata bisa membawa manfaat. Seperti mencari ide bisnis sebenarnya sangat mudah, kita berempati kira-kira apa yang banyak dibutuhkan oleh lingkungan sekitsr kita. Berawal dari sana kita kumpulkan informasi tentang apa kebutuhnya, sehingga bisa dielaborasi lebih lanjut lagi.

Setelah berempati, lalu kita definisikan tentang informasi yang kita dapatkan itu. Definisi jelas akan lebih mempermudah kita untuk menurunkan menjadi sebuah prototipe. Dan dengan ddiuat prototipe kita akan ketahui apakah ini mempunyai nilai atau manfaat bagia masyarakat.

Sekecil apapun ide itu harus kita catat biar tidak menguap begitu saja dan tidak mati sebelum berkembang.

Jakarta, 4 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s