Sepenggal Kisah di Jogja

satu sudut di RS SardjitoSetahun yang lalu saat ini kami sedang berada di Stasiun Tugu Jogjakarta sedang menanti seorang rekan yang datang dari Bandung. Hujan abu sedang berlangsung di sekitar JOgja akibat Erupsi Gunung Merapi yang kedua sejak dari tanggal 26 Oktober 2010. Erupsi ini terjadi dini hari pukul 00.40 sedangkan kami sampai stasiun Tugu hampir pukul 02.00, efek hujan abu belum terasa sampai sini.

Sambil menunggu pagi kami menikmati secangkir kpi dan ditemani oleh Breaking News tentang meletusnya merapi oleh salah satu televisi nasional. Dengan dibantu membaca sosial medialewat twitter bagaimana kejadian ini berlangsung. Sambil merencanakan akan kemana saja selama berada di Jogja ini.

Kesempatan week end kali ini kami luangkan untuk meliput kegiatan relawan yang bekerja untuk mengurus semua kepentingan para pengungsi yang terkena dampak dari erupsi Merapi ini. Hujan abu sudah mulai terlihat menjelang subuh di sekitar stasiun, nafas mulai agak terganggu bila tidak menggunakan masker atau penutup hidung.  Teringat kembali ke masa kecil dimana Gunung Galunggung meletus, saat ini Bandung tertutupi oleh Hujan Abu yang cukup lama seinggat saya. Ini kali kedua mengalami hujan abu.

Pada Erupsi pertama Merapi ini Mbah Marijan meninggal terkena awan panas. Kami ingin bisa masuk ke Kinahrejo desa Mbah Marijan untuk meliput kegiatan relawan disana. Selain sebagai juru kunci Merapi Mbah Marijan juga menjadi simbol transisi dari adat tradisional Jawa Ke Islam. Sosok sebagai transisi ini belum banyak di angkat oleh media massa. Namun Konahrejo menjadi Red Zone sangat susah di tembus untuk masuk ke sana, kecuali menikuti yang akan evakuasi.

Tidak dapat Jejak Mbah Marijan di Kinahrejo, alhamdulillah saya bertemu dengan banyak Mbah-mbah yang hebat selama liputan ini. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari Mbah-mbah yang saya temui. Walau di tengah musibah masih bisa berbagi cerita yang sarat pelajaran. Sungguh saya sangat beruntung sekali… I love you Full Mbah Marto, Sastro, Tukinem dan Mbah Arjo.

Sepenggal kisah di Jogja

Jakarta. 29 Oktober 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s