Kisah Ayam Potong

Suasana Pasar Ciroyom Bandung

Bagi kebanyakan orang pukul 22.00 saat yang tepat untuk beranjak ke peraduan untuk beristiraha setelah seharian beraktifitas, namun tidak bagi sebagian masyarakat yang beraktifitas di Pasar. Justru kehidupan seakan baru akan dimulai, banyak sekali aktifiats yang terjadi di Pasar Tradisional ini, ada yang mempersiapkan dagangan, ada yang mulai bongkar muat karena baru datang pasokan dari daerah.

Ayam merupakan salah satu yang sangat diperlukan oleh masyarakat ini, ternyata perjalanan ayam sampai ke meja makan kita itu sangat panjang sekali. Mulai dari dari peternakan, terus di antar ke pasar untuk di sembelih dan dibersihkan sehingga layak untuk di jual.

Semalam bisa datang antara 300-500 ekor ayam ke tempat ini menurut Kang Dudi (34) yang sehari-hari memotong ayam di Pasar Ciroyom ini. Namun sekarang karena harga ayam sedang naik sehingga produksi permalam agak menurun. Saat itu di potong 60 ekor Ayam selesai tidak kurang dalam satu jam sampai siap layak jual.

Baru datang dari peternakan
Di timbang sebelum dimasukan ke kandang sementara
Aktifitas pedagang Ayam
Setelah di timbang dimasukkan ke kandang

Menghitung Jumlah ayam yang dikirim
Ayam yang akan di potong
Potong ayam
Direbus setelah di potong

Dikuliti bulunya setelah di rebus

Pembeli yang sudah menunggu pesanan
Siap Dijajakan ke pembeli

Jakarta, 10 Juli 2011

Dudi Iskandar

Advertisements

2 thoughts on “Kisah Ayam Potong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s