Kisah Emas

Dulu punya pemahaman tentang emas adalah untuk yang berkantong tebal, sehingga sangat jauh sekali keinginan untuk mempunyai Emas. Ternyata pemahaman seperti ini salah, Emas itu untuk semua kalangan. Tinggal masalah kemauan saja untuk menabung dalam bentuk Emas.

Saya mulai aware terhadap hal ini termasuk yang terlambat mulai awal 2008 mulai memperhatikan harga Emas, September 2008 saya masih ingat waktu itu harga Dinar melambung sangat tinggi ke angka 1,1 juta. Dengan mengucap Bismillah saat itu mulai mengalihkan tabungan ke dalam bentuk Dinar, karena untuk mendapatkan Logam Mulia agak kesulitan, jadi mencari barang penganti yang sejenis. Semenjak itu saya mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk dibelikan Emas.

Saya bersama teman kantor mencoba metode Arisan Dinar, jadi setiap tanggal gajian kita membeli 1 keping dinar. Tiap anggota arisan iuran sebesar 1/4 dinar, jadi dalam 4 bulan masing-masing mendapat 1 keping dinar dan dalam setahun masing-masing mendapat 3 keping dinar. Tanpa terasa sudah memasuki tahun kedua, sehingga masing-masing sudah mempunyai minimal 3 keping. Dan ternyata bisa untuk dapat membeli Emas tidak harus mempunyai uang banyak dulu, asal ada kemauan

Alhamdulillah sebagian hasil kerja keras bisa terselamatkan dari tergerus oleh inflasi. Daya beli masih dapat terjaga dengan memindahkan sebagian rejeki ke dalam bentuk emas.

Jakarta, 26 Mei 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s