Lulus Bukan Tujuan Psikotes

Banyak orang khawatir dengan tidak lulus Psikotes, kekhawatiran itu sebenarnya kurang mendasar karena Psikotes itu bukan sebuah ujian yang hasilnya LULUS atau TIDAK. Namun psikotes adalah sebuah cara untuk mengetahui potensi dari si pelamar kerja. Karena takut tidak lulus akhirnya mengikuti tips n trik yang dibaca di buku-buku tentang bagaimana mengisi dan sebagainya.

Hal yang paling penting menurut saya dalam mengikuti psikotes adalah Perhatikan instruksi yang diberikan secara seksama, ini adalah kunci sukses yang utama. Dengar mendengarkan instruksi yang diberikan maka akan mengerjakan sesuai dengan instruksi. Selain dari ini tentunya kita juga butuh istirahat yang cukup untuk mengikuti Psikotes.

Itu hal yang paling mendasar untuk mengikuti Psikotes secara baik dan benar, karena semua manusia mempunyai pontensi yang berbeda. Psikotes sebenarnya menjembatani antara potensi seorang pelamar dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan yang akan ditempatinya kelak. Ketika potensi dan jenis pekerjaan ini cocok maka diharapkan akan maksimal pekerjaan yang dilakukannya kelak.

Jadi tidak ada kata Tidak LULUS dalam sebuah psikotes, jadi jangan takut untuk menghadapinya, ini hanya sebuah proses saja.

Jakarta, 13 Mei 2011

Dudi Iskandar

Advertisements

4 thoughts on “Lulus Bukan Tujuan Psikotes

  1. Dan Anda harus menunggu kesempatan lain lagi untuk bisa mendapatkan pekerjaan..Dalam rangkaian seleksi sebuah pekerjaan asesmen psikologis yang lazim disebut psikotes tersebut memang mempunyai arti penting. Kecenderungan itu meliputi kemampuan intelektual maupun kepribadian untuk disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan yang tersedia..Proses psikotes itu sendiri cukup khas. Kemudian perusahaan menetapkan sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi para pelamar kerja..Untuk alasan efisiensi biasanya perusahaan meminta bantuan kepada biro atau lembaga psikologi terapan untuk menyaring orang-orang yang dibutuhkan.

    1. betul bang, ketika tidak diterima di sebuah perusahaan bukan artinya gagal dalm psikotes, namun lebih tepat tidak cocok antara potensi yang dimiliki oleh individu itu dan jenis pekerjaan yang akan di jalani.

  2. Saya diterima sebuah perusahaan ternyata bukan karena psiko test. Ujian psikotest saya jalani. Karena keterbatasan waktu yg diberikan saya hanya menjawab 75%. Namun user end yang butuh keahlian saya sudah menjamin bahwa keahlian dan ketrampilan saya yang dibutuhkan. PSIKOTEST katanya hanya formalitas, akal-akalan, kurang kerjaan, sarana menolak pelamar.

    Jadi PSIKOTEST hanyalah akal-akaln orang sok pintar yang mendikte kemampuan jiwa seseorang dalam angka. Begitu naifnya. Jadi bila, Anda MAMPU secara skill, kemampuan, ketrampilan, portofolio, karya cipta, bisa diuji, tidak semestinya anda mengikuti PSIKOtest.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s