Mendadak Jadi Pembalap

Kumplit sudah perjalanan kali ini, diakhiri dengan mendadak menjadi pembalab karena harus mengejar check in pesawat. Dari setelah sholat subuh kami rombongan MP’ers bersiap untuk pergi ke Pasar Terapung Lok Baintan.

Menjelang subuh hujan deras menyirami bumi Lambung Mangkurat, jadi terbayang wajah Baintan akan mendung tidak menampakkan keceriaannya. Dan benarlah …. sesampai disana pasar sudah bergeser menjauh dari arah jembatan Lok Baintan terbawa arus. Dalam fotografi landscape memang harus bisa mengantisipasi ketika momen yang kita bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Namun dibalik itu semua pasti akan ada cerita yang berbeda dalam setiap momen.

Pukul 11.30 masih ada di seputaran Masjid Sultan Suriansyah, sedangkan Kak Yuni harus ke Bandara check in jam 12.00, artinya ada waktu 30 menit untuk mencapai Bandara Syamsudin Noor yang terletak di kota BanjarBaru.

Mendadak menjadi Pembalap hari ini mengejar pesawat, petualangan makin seru. Jalanan di Banjarmasin agak sedikit aneh menurut saya karena jalur kanan terkadang jadi jalur lambat dengan terpaksa jalur kiri menjadi alternatif untuk menambah kecepatan wuzzzzzzz

Alhamdulillah Kak Yuni bisa terbang juga, karena pesawatnya Delay. Setelah dari ngantar ke Bandara kami melanjutkan perjalanan ke Martapura untuk melihat pasar Batu Perhiasan. Namun sebelum ke sana kami menuju rumah seorang sahabat di Depot Simpangan Martapura, karena semenjak kedatangan saya nga bisa menghubungi.

Nah dari sini petualangan makin seru, setelah menyantab udang galah khas Banjar. Karena berangapan pesawat berangkat pukul 15.00 saya masih santai saja, penasaran saya lihat tiket pesawat kembali ternyata pesawat berangkat pukul 14.35 …. oh no, sementara posisi saat itu pukul 13.50 dan ada di Martapura butuh waktu 30 menit menuju Bandara. Tanpa Babibu lagi kami langsung meluncur ke Bandara bersama Teh Ari Presiden MPID, Mba Ima dan si Aa-nya. Kembali petualangan balapan dimulai dengan rute Martapura Banjar Baru.

Entah kenapa perasaan tenang aja walau waktu sangat mepet dan resiko tertinggal pesawat. Mungkin yang membuat tenang karena saya yang mengedarai mobil sehingga bisa mengukur seberapa kencang dan sampai Bandara. Mengendarai Mobil saat itu memang kayak pembalap setiap ada kesempatan nyalip pasti nyalid dan tancap gas ……… Alhamdulillah Teh Ari menjadi Navigator yang baik sehingga waktu tempuh bisa lebih singkat lagi.

Dan akhirnya pukul 14.22 sampai juga di Bandara Syamsudin Noor akhirnya bisa check in dan selamat sampai Jakarta. Dan ada kejutan lain rupanya, ketika masuk pesawat ternyata saya mendapatkan kursi kelas Bisnis walaupun bayar kelas ekonomi …… saya sampai berkali-kali nanya ke pramugarinya apa betul ini seat 3D. Akhirnya pules juga tidur di pesawat karena sangat lelah sekali petualangan hari ini dari semenjak subuk sampai siang, terlebih di kelas Bisnis. Walaupun cuaca dalam perjalanan kurang begitu baik pesawat sering goyang di udara, tetep nyaman tidur.

Jakarta, 1 Maret 2011

Dudi Iskandar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s