Rokok

Timeline Twiter di sore hari ini dipenuhi dengan berita duka seorang @tikuyuz yang terkena Bronchopneumonia Duplex atau Flex di Paru akibat menjadi perokok pasif. Setelah itu saya coba membaca timeline Tika demikian sering dipanggil oleh para sabahatnya di twitter. Ini adalah himbauan dari Tika beberapa hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya

“Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauh mungkin dari anaknya supaya jauh dari kemungkinan kena flek paru Monday, December 27, 2010 5:24:08 PM via m.tweete.net

Saya tidak mengenal secara fisik ataupun dalam jejaring sosial, baru tahu setelah meninggal ini. Bukan tentang Tika yang akan saya tulis, namun tentang Rokok yang mengakibatkan kematian Tika. Bila diperhatikan dengan seksasama iklan-iklan yang ditayangkan oleh Perusahaan Rokok sering sekali mengangkat tema pemberani, atau adventurir. Bahwa dengan merokok seakan menjadi hero, namun sebenarnya merokok adalah menantang kematian. Karena sudah tahu ada lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Dan sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok tapi tetap saja barang itu di hisapnya.

Banyak sekali alasan untuk membenarkan tindakan merokok ini, bagi para ahli hisap (sebutan untuk perokok). Ada yang mereka tidak sadari sebenarnya, asap yang mereka telah hisap itu menjadi polusi bagi lingkungan di sekitarnya. Bahkan lebih berbahaya bagi perokok pasif seperti kejadian yang menimpa Tika. Boleh saja mereka berdalih “Gw ini yang merokok, kenapa lo jadi repot” Mereka memang tidak takut menzalimi dirinya sendiri dengan resiko yang sudah dijelaskan unsur racun yang ada di dalam rokok di alinea atas.

Perokok pasif berpeluang juga terkena kanker paru-paru sekitar 30 persen kemungkinannya, terlebih jika tinggal bersama perokok aktif kemungkinannya akan lebih besar lagi terkena kanker. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.

Kematian memang adalah keniscayaan, setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Namun kita juga tidak boleh menantang kematian dengan menyakiti diri, apalagi menyakiti orang disekitarnya. Orang tidak berbuat namun terkena getahnya.

Selamat jalan Tika, semoga semua amal sholeh Allah terima dan dibalas dengan yang lebih baik. semangat yang dikobarkan TIka untuk melawan penyakitnya yang ada di timelinenya  “Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I’m not afraid of you :)) Friday, December 24, 2010 1:36:58 PM via m.tweete.net

Jakarta, 30 Desember 2010

Dudi Iskandar

Advertisements

One thought on “Rokok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s