SDIT Baitussalam

Pertama kali melihat bangunan SDIT ini sungguh terharu, di sebuah desa berdiri SDIT Baitussalam. Bangunan sederhana seperti kebanyakan di desa, namun spirit membangun peradaban dari sini terlihat.

Sekolah Libur

Di depan sekolah terpampang pengumuman sekolah libur, namun libur kali ini penuh dengan ketidakjelasan sampai kapan proses belajar mengajar di Sekolah ini akan berjalan. Karena letak sekolah ini berada dalam Zona Merah di Kecamatan Cangringan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dua orang siswa SDIT ini juga menjadi korban letusan Gunung Merapi pada tanggal 5 November 2010.

Sepatu

Seminggu setelah letusan besar, abu vulkanik, sepatu dan sandal yang tertinggal di bangunan sekolah. Sudah hampir sepekan kegiatan belajar mengajar tidak ada, semua guru dan muridnya dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Sandal

Kondisi merapi saat ini sudah menurun aktivitasnya, semoga mereka sudah dapat beraktifitas kembali seperti sebelum letusan. Semoga Bencana ini akan membawa hikmah yang sangat banyak buat siapapun. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja dengan momen apa saja.

Sekarang sudah memasuki masa recovery, walaupun penduduk belum dapat 100 % kembali ke desa-desa mereka. Pemerintah daerah dan LSM membangun Shelter sementara yang dekat dengan desa meraka.

Jakarta, 15 Desember 2010

Dudi Iskandar

Advertisements

5 thoughts on “SDIT Baitussalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s