Merapi Di mata ku

Merapi Di Mata ku

Akhir oktober 2010 perjalanan menuju merapi disambut dengan hujan abu di Jogjakarta. Sebab dini hari tanggal 29 Oktober 2010 Merapi kembali erupsi untuk yang kedua kalinya.

Bencana letusan gunung memang sangat berbeda dengan bencana banjir, gempa, tsunami, dan lain-lain.  Untuk merapi kali ini, masa recovery korban baru berlangsung. Hampir sebulan setelah kejadian pertama tanggal 26 Oktober 2010. Penduduk masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing terutama yang berada di zona merah.

Perjalanan kedua kali menjelang hari raya Idul Adha, setelah letusan besar tanggal 5 November 2010. Saya masih merasakan hawa panas dan bau bangkai yang sangat menyengat di Dusun Gondang seminggu setelah kejadian letusan itu. Pohon-pohon hangus tersapu awan panas, begitu pun rumah-rumah roboh. Bangkai sapi, kambing dan ayam bergeletakan di seputar kandang.

Namun saya melihat ada angsa yang masih berkeliaran di dusun ini. Bagaimana mana mereka menyelamatkan diri dari sapuan awan panas? sementara yang lain sudah menjadi bangkai. Allahu Akbar……

Selain itu yang membuat bergetar, ada juga pohon pisang baru tumbuh masih terlihat hijau sekali daunnya, ini sangat kontras dengan sekitarnya pohon-pohon berwarna putih tertutup abu vulkanik.

Semoga kisah ini bisa membawa manfaat.

Jakarta, 14 Desember 2010

Dudi Iskandar

Advertisements

One thought on “Merapi Di mata ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s