Mbah Marto Prawiro

Mbah Marto

Saat saya melihat sosok beliau di dekat tenda pengungsian Sawangan di Muntilan Yogyakarta sedang berdiri dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkan oleh beliau, saya coba dekati beliau. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya ucapkan salam kepada beliau.

“walaikumsalam” jawabnya “Jenenge sopo mbah?”  .. “Kulo?”

“Nggih jawab saya.  Marto Prawiro jawabnya dengan kata-kata yang agak susah saya tangkap maknanya. Diawali perkenalan itu saya coba eksplor tatapan penuh kosongnya itu kenapa. Namun terkendala bahasa, saya kurang bisa nangkap lengkap yang disampaikan dalam bahasa jawa, sedangkan si mbah juga ga fasih berbahasa Indonesia.

Walau tampak sedih, namun semangat beliau sangat saya rasakan ketika berinteraksi. Matur suwun sanget mbah kulo kenal sampeyan.

Jakarta, 2 November 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s