Arok The Godfather’s Solilukoy

Pageleran Sendratari yang menceritakan kisah Ken Arok, namun dipadukan dengan kebudayaan dari Barat khusunya Italia. Dari Judul saja sudah mengambarkan perpaduan antara dua kebudayaan yang berbeda antara Barat dan Timur.

Ken Arok dalam kisah-kisah sering digambarkan sebagai tokoh yang negatif, namun ada sisi-sisi yang positif dalam diri Ken Arok yaitu berani karena benar. Dalam hati Ke Arok merasa resah dan ingin menunjukan bahwa dia juga mempunyai kepreibadian yang luhur dan ingin di puji dan dibanggakan.

Pementasan ini berjalan kurang lebih satu jam, dengan diawali pembacaan puisi dan nyanyian soprano. Cerita antar adegan tidak dapat dirasakan dengan perpindahan antar adegan dari segi lighting sangat datar tidak ada pergantian suasana dengan permainan tata cahaya. Sehingga cukup sulit memahami alaur cerita dari sendra tari ini.

Kostum juga sangat sederhana sekali seperti penampilan wayang orang biasa, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam kostum yang dipakai ini. Dan sangat khas sekali dengan pakaian wayang orang. Unsur Barat hanya terlihat dari penampilan soprano  diawali, walapn ada dialog-dialog kecil mempergunakan bahasa Inggris dan Italia.

Namun sebagai sebuah hiburan sudah lebih dari cukup menghibur bagi penikmat seni.

Advertisements

6 thoughts on “Arok The Godfather’s Solilukoy

  1. well….ya tantangan lain adalah dengan sekian elemen subjek gambar yang move emang perlu ada yang freeze seratus persen..paling susah tuh Kang….overexposed dikit…paling kecilin lagi F/nya……overall…joyeous….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s